Senin, 28 Januari 2008

Pameran Pembangunan dan Ekspo di Sanga-Sanga

Guna menyemarakkan peringatan peristiwa perjuangan Merah Putih ke-61 Sanga-sanga, pameran pembangunan dan ekspo yang menjadi salah satu agenda penting pada kegiatan itu, resmi dimulai Sabtu (26/1). Peresmiannya dilakukan Plt Bupati Kukar Samsuri Aspar ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan stan pameran pembangunan Merah Putih Gerbang Dayaku.
Dalam peninjauan ini, Plt Bupati Samsuri Aspar bersama unsur Muspida dan Ketua DPRD Rahmat Santoso didampingi Camat Sangasanga Halim yang juga selaku ketua panitia peringatan peristiwa perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-61. Menurut Halim, pameran yang berlangsung di bekas arena MTQ Kelurahan Sangasanga Dalam tersebut bertujuan selain menyambut kegiatan rutin peringatan Merah Putih, juga sebagai sarana promosi dan penyebarluasan informasi pembangunan.
Pameran pembangunan yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan itu, lanjut Halim, diikuti berbagai instansi serta lembaga di lingkungan Pemkab Kukar. Peserta lainnya datang dari perusahaan tambang migas dan batu bara yang beroperasi di Kukar, serta pengusaha yang bergerak di bidang UKM. “Peserta yang berpartisipasi di pameran ini sekitar 30 stan,” ujarnya.
Terlihat Samsuri Aspar saat melakukan peninjauan di salah satu stan kantor Pusdatinkom.Sementara Plt Bupati Kukar Samsuri Aspar mengatakan, pameran pembangunan Merah Putih Gerbang Dayaku dalam rangka memperingati peristiwa Merah Putih ke-61 Sanga-sanga dapat meningkatkan rasa persatuan dan persaudaraan, khususnya di Kukar. Hal ini juga menjadi simbol dalam perjuangan para pahlawan hingga kemerdekaan dapat dinikmati bersama.
“Ini juga dijadikan sebagai modal dalam melaksanakan pembangunan di kabupaten yang sama-sama kita banggakan, guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang madani dan hidup dalam keadilan dan kemakmuran,” ujar Samsuri Aspar dalam pembukaan pameran pembangunan Merah Putih Gerbang Dayaku.
Dikatakan pula, masyarakat Kukar yang terdiri dari berbagai macam suku dan adat istiadat, mampu dijalin dengan semangat persatuan dan persaudaran dalam kemajemukan masyarakat . Persatuan dan persaudaraan ini mesti harus dipelihara dan dijaga, agar jangan sampai retak dan hancur. Karena jika semangat kesatuan dan persaudaraan hilang, maka roda pembangunan yang telah berhasil dijalankan akan segera terhenti.
“Dampaknya, kesejahteraan masyarakat Kukar yang mencita-citakan dari filosofi Gerbang Dayaku tidak pernah akan terwujud,” tegasya.
Selanjutnya, pembangunan yang ada sekarang ini bukan saja milik pemerintah daerah, namun seluruh masyarakat baik yang tinggal di pedesaan maupun yang bermukim di Tenggarong, ibukota kabupaten yang dapat dilihat gambarannya melalui pameran pembangunan pada 2008 ini. (hmp12)